Ternyata Begini 8 Rahasia Umur Panjang Orang Jepang Simak Penjelasannya

Ternyata Begini 8 Rahasia Umur Panjang Orang Jepang Simak Penjelasannya

Jepang bukan hanya terkenal sebagai negara maju, namun terkenal juga karena angka harapan hidupnya yang sangat luar biasa. Rata-rata angka hidup penduduk dari orang Jepang adalah 83,89 tahun dan banyak juga yang mencapai sampai 100 tahun. Hal ini sangat berbeda dengan angka harapan hidup untuk penduduk orang Indonesia yang hanya mencapai 69,19 tahun saja.

Apakah Kamu sudah tahu, rahasia dibalik umur panjang orang Jepang? Gaya hidup dan pola makanan yang seperti apa sih yang mereka terapkan supaya umur mereka panjang? Simak jawabannya dibawah ini!!!

1. Mereka Rajin Memakan Sayur-sayuran

1. Mereka Rajin Memakan Sayur-sayuran

Pada umumnya, masakan orang Jepang banyak yang mengandung dengan sayuran. Secara umum, mereka mengonsumsi sayuran, nasi dan ikan laut. Mereka juga menambahkan variasi dalam makanannya agar tidak bosan, misalnya jamur, kedelai fermentasi, rumput laut dll.

Salah satu contohnya, hidangan acar Tsukemono terbuat dari berbagai macam jenis sayuran seperti lobak, terong, dan buah plum. Orang Jepang juga suka mengonsumsi kacang edamame sebagai cemilan mereka. Sayuran lainnya yang banyak mereka konsumsi adalah bawang, lobak, kubis, wortel, tomat, bayam, ubi, mentimun, paprika hijau dan juga kentang.

2. Orang Jepang Sudah Terbiasa Mengonsumsi Teh Hijau

2. Orang Jepang Sudah Terbiasa Mengonsumsi Teh Hijau

Terbiasa dan juga rutin dengan mengonsumsi teh hijau ternyata sangat berkaitan dengan umur panjang orang Jepang. Teh hijau juga banyak mengandung antioksidan yang dapat membuat umur panjang dan juga terhindar dari berbagai penyakit. .

Dinegara Jepang mempunyai teh hijau yang spesial biasanya disebut dengan matcha. Ini merupakan bubuk teh hijau halus dan diminum dengan cara diseduh dengan menggunakan air panas. Teh hijau biasanya diminum pada pagi hari ataupun di sore hari dan juga seringkali disajikan untuk tamu, atau pada saat ada jamuan khusus.

3. Cara Memasak Makanan Orang Jepang


3. Cara Memasak Makanan Orang Jepang
Cara memasak orang Jepang sangat bervariasi, seperti dikukus, dipanggang, memasak dengan api kecil (slow cooking) dan juga melakukan fermentasi makanan. Variasi tersebut dilakukan agar menjaga kandungan vitamin dan mineral pada makanan tersebut dapat terjaga dengan baik. Sehingga, mendapatkan nutrisi yang utuh dari makanan tersebut.

Masakan Jepang sesekali digoreng misalnya katsu atau tempura. Tetapi orang Jepang, mengimbanginya dengan sup sayuran, seperti acar lobak dan natto. Kombinasi dari berbagai jenis makanan yang tidak monoton inilah yang dapat membuat orang Jepang selalu sehat dan juga berumur panjang.

4. Masakan Jepang Disajikan dengan Porsi Kecil

4. Masakan Jepang Disajikan dengan Porsi Kecil

Berbeda dengan Indonesia, orang Jepang terbiasa makan dengan porsi yang kecil. Mereka terbiasa menyajikan segala sesuatu dengan porsi kecil misalnya nasi, sup, lauk ataupun sayuran. Mengontrol porsi makanan adalah sebuah etiket Jepang.

Hal ini termasuk praktik makan dipiring atau mangkuk yang kecil, tidak mengisi dengan penuh piring tersebut dan menyajikan setiap makanan pada piring kecil dan juga tidak makan berlebihan. Di Jepang terkenal slogan "hara hachi bu" yang artinya "makanlah sampai Kamu merasa 80 persen penuh". 

5. Mereka Terbiasa dengan Berjalan 

5. Mereka Terbiasa dengan Berjalan

Orang Indonesia mempunyai kebiasaan yang jika pergi kemana-mana menggunakan kendaraan pribadi atau kendaraan umum. Bahkan bila pergi untuk ke supermarket yang terdekat harus menggunakan sepeda motor. Hal ini sangat berbeda dengan orang Jepang yang sehari-harinya mereka berjalan kaki. Contohnya, mereka berjalan dari rumah ke stasiun kereta api untuk berangkat kerja ke kantor ataupun belajar ke sekolah.

Berdasarkan dengan penilitian yang telah dilakukan, rutin berjalan kaki dapat meningkatkan angka harapan hidup. Menurut peniliti dari US National Cancer Institute apabila aktif fisik setelah usia 40 tahunan, maka akan menambah angka harapan hidup dua hingga tujuh tahun lebih lama.

6. Orang Jepang Memiliki Tingkat Obesitas yang Rendah


6. Orang Jepang Memiliki Tingkat Obesitas yang Rendah
Rahasia orang Jepang mengapa memiliki angka harapan hidup yang tinggi: karena mereka memiliki berat badan yang sangat ideal. Menurut statistik hanya 3,6% saja orang Jepang yang memiliki body mass index (BMI) diatas 30 dan juga termasuk kategori kelebihan berat badan.

Sementara di Amerika memiliki sebanyak 32% dari penduduknya memiliki BMI diatas 30. Dan di Indonesia sendiri, obesitas yang dialami 23% sampai 28%. Hal ini berdasarkan penelitian yang dipublikasikan dalam Medical Journal of Indonesia. Dengan tingkat obesitas yang rendah, risiko orang Jepang untuk terserang penyakit sangatlah kecil.

7. Terobsesi dengan Kebersihan dapat Menghindari Penyakit


7. Terobsesi dengan Kebersihan dapat Menghindari Penyakit
Apabila Kamu pernah berkunjung ke negara Jepang, Kamu akan tahu bahwa negara tersebut sangat bersih. Itu disebabkan karena para penduduk orang Jepang terobsesi dengan kebersihan. Tentu saja bahwa kebersihan itu berdekatan dengan kesehatan. Culture mereka sebagian besar berasal dari Shinto dimana ajaran utamanya adalah tentang konsep kebersihan.

Agama Shinto sangat menghargai kemurnian, bahkan harus wajib mencuci tangan dan wajah sebelum memasuki kuil. Kebersihan dikaitkan juga dengan moral yang baik bagi orang Jepang. Bukan hanya itu saja, orang Jepang mempunyai kebiasaan untuk mandi dua kali dalam sehari bahkan lebih pada saat musim panas tiba.

8. Bersosialisasi Dapat Memperpanjang Umur


8. Bersosialisasi Dapat Memperpanjang Umur
Rahasia dibalik umur yang panjang ala orang Jepang selanjutnya adalah mereka hobby dengan bersosialisasi. Makan atau minum bersama rekan kerja setelah usai melakukan pekerjaan merupakan hal yang umum ditemukan di Jepang. Walaupun dapat mengurangi jam tidur, tetapi bersosialisasi sangat penting bagi kesehatan psikologis manusia.

Semakin sering melakukan bersosialisasi maka akan terus menikmati hidup. Hal itulah yang dipercaya dan dilakukan secara konsisten oleh orang Jepang. Bersosialisasi bukan hanya untuk kaum muda saja, namun bagi orang tua pun selalu menyempatkan waktu untuk bercengkrama baik dengan keluarga, sanak saudara ataupun teman.

Related Posts

Post a Comment

Subscribe Our Newsletter