--> Skip to main content

Gejala-gejala AUTISME Pada Anak dan Solusinya

Gejala-gejala AUTISME Pada Anak dan Solusinya
Gejala-gejala AUTISME Pada Anak dan Solusinya

Hari ini saya akan membahas tentang AUTISME atau AUTISM SPECTRUM DISORDER ( ASD ). Merupakan gangguan perkembangan pada saraf yang dapat mempengaruhi : cara orang berperilaku, berkomunikasi, hingga bersosialisasi.

ASD tidak hanya mencakup AUTISME loh, ada juga yang namanya Sindrom Asperger, Sindrom Heller atau Gangguan Perkembangan Pervasif ( PPD – NOS ). Kebanyakan individu yang AUTISME akan mengalami masalah dalam hubungan social mereka. Karena biasanya perilaku mereka : berulang dan terbatas. 

Spectrum sendiri mengacu pada tingkat keparahan dan level yang dialami oleh ASD tersebut. Lalu istilah spectrum pada AUTISM SPECTRUM DISORDER. Lebih menjelaskan pada gejala dan tingkat keparahan pada AUTISME itu sendiri. Sangatlah penting untuk mengetahui dan mengenali gejala – gejala AUTISME sedini mungkin. Karena AUTISME merupakan salah satu gangguan yang tidak dapat disembuhkan.

Gejala AUTISME dapat dilihat pada masa perkembangan anak, biasanya mulai muncul gejala sebelum usia 3 tahun. 

Berikut beberapa gejala yang mungkin ditemukan.


1. Gangguan Pada Perkembangan Penggunaan Bahasa

Bisa berupa Bahasa Verbal maupun Non – Verbal jadi mungkin anak terlihat seperti telat bicara, menyendiri atau bahkan tidak mau berbicara seperti orang bisu. Padahal pendengaran mereka normal – normal aja loh. Biasanya orang tua menyadari “kok bayi mereka tidak mau berbicara”, tidak mengucapkan satu atau dua kata bahkan ada juga yang tidak mau kontak mata.

Nah, berikut tanda – tanda yang biasanya muncul :

Tidak Merespon Saat Dipanggil 
Menolak Sentuhan
Jarang Melakukan Kontak Mata
Tidak Berbicara atau Sulit Membangun Kata – Kata 
Tidak Dapat Memulai Pembicaraan atau Bertahan Pada Satu Topik

2. Perilaku, Minat, Pola Pikir yang Terbatas dan Berulang

Biasanya seseorang yang ASD akan merasa kesal dan terganggu bila rutinitas mereka berubah atau diganggu. 

Berikut tanda – tanda nya :

Melakukan gerakan yang berulang – ulang seperti tepuk tangan terus – menerus, bergoyang – goyang diposisi yang sama ataupun berputar – putar.

Adanya perilaku yang menyakiti diri sendiri seperti : menggigit diri sendiri, membentur – benturkan kepala, ataupun memukul – mukul tubuh nya sendiri.

Mereka Kagum dengan Detil Sebuah Objek biasanya seperti : roda yang berputar – putar terus. Mereka akan memperhatikan terus – menerus walaupun mereka tidak mengerti tujuan dan kegunaan benda itu apa.

3. Mengalami Kesulitan Pelajaran di Sekolah

Biasanya anak yang ASD mengalami kesulitan pembelajaran disekolahnya. Ada beberapa yang memiliki IQ Normal atau cenderung dibawahnya tapi tidak jarang juga mereka memiliki IQ yang Normal bahkan diatas rata – rata. Mereka cenderung lebih cepat belajar daripada anak – anak seusianya walaupun keterbatasan komunikasi dan juga sulit untuk mengaplikasikan wawasannya pada kehidupan nyata.

Beberapa orang tua dengan anak yang mengidap AUTISME juga menyadari bahwa anak – anak mereka cenderung menyendiri, tidak mau bermain Bersama teman – temannya hingga menghindari kontak mata. 

Masih banyak pro dan kontra yang menjelaskan “apa sih penyebab AUTISME itu sendiri”. Beberapa orang mengatakan faktor genetik, ada juga yang mengatakan faktor lingkungan. Padahal sampai sekarang belum dapat ditentukan penyebab yang pasti.

Beberapa ahli berpendapat bahwa AUTISME itu bersifat genetik yaitu diturunkan dari keluarganya. Sampai sekarang masih dilakukan penilitian untuk mencari gen apa sih yang menyebabkan AUTISME itu. Ada juga yang berpendapat bahwa ada hubungan antara terpicunya AUTISME dengan pemberian vaksin. Walaupun sampai sekarang belum ada study untuk menjelaskan hal ini.

ASD merupakan gangguan yang tidak dapat disembuhkan tetapi banyak terapi – terapi khusus yang bertujuan untuk mendukung perkembangan mereka. Salah satunya adalah :

Terapi Komunikasi untuk memperbaiki pola komunikasi mereka.
Terapi Social Skill atau Keterampilan Sosial untuk mendukung perkembangan sosial mereka.
Terapi Perilaku untuk mengurangi perilaku – perilaku yang sering kali mereka lakukan secara repetitive

Dan untuk mendukung akademik mereka biasanya dilakukan Terapi Remedial dan Terapi Okupasi supaya mereka dapat belajar disekolah dengan optimal. Pemberian obat – obatan pun sering kali diperlukan walaupun bukan bersifat untuk menyembuhkan. 

Pemberian obat – obatan lebih digunakan untuk menurunkan gejala yang dialami anak dengan ASD tadi seperti menurunkan tingkat kemarahan, menurunkan gejala – gejala berulang, ataupun yang lainnya. Lalu terapi psikologi lainnya pun bisa diberikan kepada orang – orang dengan ASD yang mengalami gangguan psikologis lainnya. 


Untuk berkomunikasi dengan anak – anak yang mengalami ASD kamu perlu memperhatikan hal – hal berikut ini :

Gunakan Bahasa yang paling sederhana
Sebut nama mereka saat berbicara
Gunakan Bahasa tubuh 
Berbicara dengan pelan dan jelas
Berilah waktu bagi mereka untuk memahami kata - kata yang kamu ucapkan
Jangan berbicara dengan mereka ditempat yang berisik karena hal ini akan menyulitkan mereka untuk focus pada apa yang anda bicarakan.

Nah, itu tadi beberapa informasi mengenai AUTISME. Jangan lupa bagikan artikel ini kepada teman – teman , saudara dan keluarga anda.

Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar
Tutup Komentar