L2PjalGvn1S1vJAv8mtMsVuMxO5Mk1KuTAI6E6jc

Investasi di Bank? Ini Kelebihan dan Kelemahannya

Investasi di Bank? Ini Kelebihan dan Kelemahannya

Melakukan investasi di bank, bukanlah produk investasi investasi yang jamak dipilih oleh para investor di Indonesia. Banyak kekurangannya, seperti bunga yang kecil membuat orang tidak banyak yang mau untuk membeli instrumen investasi ini.

Namun, investasi di bank bisa dijadikan salah satu pilihan instrumen investasi yang dapat menghasilkan cuan atau imbal hasil untung terhadap para investor. Investasi di bank sangat cocok dilakukan oleh investor yang memiliki profil risiko moderat.

Jenis Investasi di Bank

Jika Kamu berniat untuk melakukan investasi di bank, ada beberapa jenis investasi yang bisa Kamu pertimbangkan, yaitu :

  1. Produk Reksadana
  2. Deposito
  3. Tabungan Berjangka
  4. Tabungan Emas
  5. Rekening Tabunganku

1. Produk Reksadana

Bukan hanya di aplikasi investasi online saja, Bank juga menyediakan produk reksadana yang bisa Kamu pilih untuk berinvestasi.

Sama saja seperti reksadana seperti yang biasa, reksadana di bank memberikan kemudahan bagi investor pemula yang belum paham dengan cara menghitung risiko investasi. Dana yang Kamu setorkan kepada bank dalam pembelian reksadana akan diolah oleh seseorang yang namanya, manajer investasi. Kamu juga dapat memilih reksadana yang disediakan, baik itu reksdana pasar uang (RDPU), reksadana pendapatan tetap, reksdana campuran hingga reksadana saham.

Sama saja seperti membeli reksadana di platform online, misalnya bibit ya kan :D

Agar bisa mendapatkan reksa dana di bank, Kamu juga perlu untuk menyiapkan sejumlah dokumen seperti fotocopy KTP dan nomor rekening. Alangkah lebih baik lagi, jika Kamu memiliki pengetahuan awal terkait dengan cara berinvestasi reksadana.

2. Deposito

Deposito merupakan produk investasi di bank dilakukan dengan cara menyimpan uang di bank selama dalam kurun waktu tertentu. Uang tersebut tidak dapat diambil sebelum waktu jatuh tempo dan akan selalu disimpan. Jika hal ini dilanggar, maka akan dikenakan pinalti yang ditentukan oleh bank yang bersangkutan.

Jika Kamu mengambil dana deposito, maka Kamu akan mendapatkan untung. Rata-rata bank akan memberikan keuntungan sekitar 4% sampai 5% setiap tahun untuk tabungan deposito.

Deposito tersebut memiliki berbagai variasi, tergantung dengan berapa lama. Ada yang 3 bulan, 6 bulan bahkan ada yang 1 hingga 2 tahun.

Semakin lama deposito yang Kamu pilih, maka keuntungan yang akan Kamu terima juga semakin besar. Agar keuntungan yang Kamu dapatkan maksimal, sebaiknya Kamu membuat variasi modal investasi ke beberapa produk deposito dengan kurun waktu yang berbeda-beda.

3. Tabungan Berjangka

Tabungan Berjangka memiliki sistem yang hampir mirip seperti deposito. Pada tabungan berjangka ini, Kamu harus wajib menyetorkan sejumlah uang yang telah di sepakati selama dalam kurun waktu tertentu. Dan tabungan tersebut tidak bisa ditarik untuk memenuhi kebutuhan yang lain.

Perbedaan deposito dengan tabungan berjangka adalah letak pada besaran bunganya. Ditabungan berjangka Kamu akan mendapatkan keuntungan yang lebih sedikit dibandingkan dengan deposito. Kamu juga harus menyetor sejumlah uang setiap bulannya sesuai dengan kesepakatan. Sangat berbeda dengan deposito yang menyetor dana di awal sekali saja.

Akan tetapi, tabungan berjangka memiliki kelebihan yaitu menyertakan asuransi jiwa bagi si pemilik tabungan. Jika seandainya si pemilik tabungan mengalami kecelakaan atau kehilangan pekerjaan, tabungan berjangka akan memberikan pertanggungan dana. Pada kondisi ini, si pemilik tabungan berjangka tidak lagi diwajibkan untuk menyetor uang setiap bulannya dan tetap mendapat nilai tabungan berjangka yang sama seperti kesepakatan di awal.

4. Tabungan Emas

Dijaman sekarang ini, membeli emas bisa dilakukan di berbagai tempat, salah satunya di bank. Investasi emas merupakan investasi yang aman dan minim dengan risiko.

Untuk keuntungan dari emas tidak terlalu bebas dan pergerakan naiknya cenderung lambat. Terlebih jika Kamu membandingkannya dengan produk investasi lain seperti saham.

Namun, investasi emas akan memberikan keuntungan karena sifatnya konstan dan progresif, sebagaimana investasi ini dinamakan investasi jangka panjang dan bukan jangka pendek. Oleh karena itu investasi emas berpotensi memberikan keuntungan yang berlipat bagi Kamu.

5. Rekening TabunganKu

Rekening Tabunganku adalah program dari pemerintah Indonesia yang bertujuan untuk mengajak banyak masyarakat mulai menabung di bank. Program ini berfokus pada masyarakat yang saat ini belum memiliki tabungan di bank.

Rekening Tabunganku memiliki kelebihan yaitu setoran awalnya yang kecil, sebesar Rp 20 ribu. Program rekening tabunganku tersedia di seluruh bank yang ada di Indonesia.

Akan tetapi kelebihan tersebut disertai dengan syarat dan ketentuan yang diatur oleh suatu bank. Salah satunya adalah batas maksimal penarikan uang tiap bulan.

Cara Investasi di Bank

Cara Investasi di Bank

Setelah sudah tahu produk investasi yang ada di bank, Kamu juga harus tahu bagaimana cara membeli produk investasi di bank. Biasanya ada 3 cara, antara lain :

  1. Datang langsung ke bank
  2. Melalui mobile banking
  3. Melalui situs resmi bank

1. Datang Langsung Ke Bank

Datang langsung ke bank menjadi pilihan yang tepat, jika ingin mendapatkan informasi lebih lanjut mengenai pilihan produk investasi yang tersedia.

Kamu bisa bertanya kepada CS (Customer Service) tentang kelebihan dan kelemahan masing-masing dari produk investasi. Dengan mendatangi bank secara langsung, Kamu juga langsung bisa mengisi formulir pembelian untuk membeli produk jenis investasi yang Kamu inginkan.

2. Melalui Mobile Banking

Canggihnya teknologi saat ini, membuat Kamu bisa melakukan transaksi melalui mobile banking. Setiap bank, memiliki aplikasinya sendiri yang bisa di download di Google PlayStore atau AppStore.

Dengan begitu, Kamu tidak perlu repot lagi dengan mendatangi kantor cabang bank terdekat. Cukup hanya menggerakkan jari saja, Kamu sudah bisa mendapatkan layanan pembelian investasi di bank.

3. Melalui Situs Resmi

Jika Kamu masing kurang familiar dengan mobile banking, Kamu bisa membeli produk investasi bank melalui situs resminya. Disana akan tersedia produk investasi yang terkait dan Kamu juga bisa bertanya dengan melakukan fitur chat online kepada admin bank.

Kelebihan Investasi di Bank

Ada beberapa kelebihan investasi di bank yang bisa menjadi bahan pertimbangan Kamu, sebelum melakukan pembelian investasi yang Kamu inginkan.

1. Aman dan Terpercaya

Bank berada langsung dibawah pengawasan OJK (Otoritas Jasa Keuangan). Bukan hanya itu saja, dana dari setiap nasabah bank juga mendapat jaminan keamanan dari Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).

Kamu juga bisa melakukan penelusuran lebih lanjut, terkait laporan keuangan setiap bank melalui situs resmi OJK atau BI (Bank Indonesia). Hal ini berguna untuk memahami dan mengetahui ketahanan keuangan dari bank yang Kamu pilih.

Dengan begitu, membeli produk investasi di bank sangat aman dan terpercaya bahkan dapat dijamin.

2. Transaksi Pembelian dan Penjualan yang Mudah

Bank mempunyai fasilitas yang mumpuni untuk menunjang transaksi pembelian dan penjualan investasi. Oleh karena itu, saat ini bank menjadi salah satu agen terbesar penyalur produk keuangan yang membantu masyarakat untuk melakukan investasi.

Dengan begitu, sebagai seorang investor, Kamu bisa melakukan transaksi investasi, baik itu pembelian maupun penjualan dengan mudah.

3. Mudah Menjangkau Kantor Cabang Bank

Jika dibandingkan dengan lembaga lain yang menyediakan produk investasi yang sama, kantor cabang bank lebih mudah untuk dijangkau. Kamu bisa dengan mudah mengakses kantor cabang bank terdekat dengan kotamu yang bisa dijangkau lebih mudah. Hal ini berguna untuk mendapatkan informasi lebih tentang pilihan produk investasi.

Kelemahan Investasi di Bank

Memang, jika ada kelebihan tentu saja ada kelemahan untuk berinvestasi di bank. Apa saja kelemahan investasi di bank? Simak penjelasan berikut ini!

1. Keuntungan Sangat Kecil

Meskipun dikatakan investasi di bank sangat aman dan terpercaya, namun keuntungannya sangat kecil. Jika terjadi masalah dengan produk investasi Kamu, Kamu bisa mendapatkan jaminan uang kembali melalui LPS.

Hanya saja dibalik risiko yang sangat minim tersebut, keuntungan sangat kecil. Kamu tidak bisa mendapatkan cuan dengan besar dalam waktu singkat saja.

2. Nilai Tabungan Sulit Berkembang

Karena keuntungan kecil, investasi di bank jarang membuat nilai tabunganmu bisa berkembang besar. Agar mendapatkan keuntungan yang besar, Kamu perlu menyetorkan modal awal dalam jumlah fantastis. Oleh karena itu, investasi di bank membuat nilai tabungan sulit berkembang secara pesat.

3. Adanya Limit Transaksi

Setiap bank memiliki syarat dan ketentuannya masing-masing dalam mengatur transaksi rekening. Meskipun Kamu bebas melakukan transaksi, ada saldo minimum yang harus tersedia di rekening. Adanya limit transaksi ini, kemungkinan akan menyulitkan Kamu yang harus melakukan transaksi dalam jumlah besar di kesempatan yang sama.

Related Posts

Related Posts

Post a Comment